Sunday, July 5, 2009

Ketika Media Berpihak


Well, ketika kampanye presiden dimulai sebulan yang lalu aq seperti biasa mulai mantengin TV dan koran untuk mengikuti berita kampanye plus debat mulai dari para kandidatnya sampai ke puluhan tim suksesnya yang silih berganti muncul di TV.

Dan sampai akhirnya disalah satu stasiun TV berita aq liat-liat kok yah tayangan mereka cenderung mendukung salah satu kandidat. Aq pikir mungkin aq yang berlebihan, tapi setelah aq nanya ke beberapa orang yah jawaban mereka sama seperti aq.

Hmm... ok lah, stasiun berita tersebut memang dimiliki oleh ketua anggota dewan penasehat partai yang mengusung salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden. Mungkin mereka pikir kenapa nggak sekalian? Rugi donk kalau nggak! Iya kan?!

TAPIIII.... Namanya sebuah stasiun TV yang notebene nya adalah salah satu bagian dari media or pers yang mengawasi dan memberikan informasi. Harusnya mereka bisa donk bersikap profesional, at least berimbang dan fair. Tidak mendukung atau menggiring opini ke salah satu calon donk!

Apakah memang harus punya stasiun televisi sendiri sebagai alat kampanye. lebih-lebih lagi stasiun TV berita, kenapa nggak sekalian aja diganti namanya jadi "TV Calon Presiden dan Wakil Presiden No...."! Kan lebih fair, orang jadi nggak ngerasa tertipu.

Sukurnya ada satu stasiun TV berita lagi, yah walaupun sebagian sahamnya juga dimiliki salah seorang petinggi partai (yang kebetulan sama partainya dengan stasiun berita yang diatas) tapi rasanya yang ini lebih fair. Well, untuk sementara stasiun berita "yang-mendukung-pasangan-calon-presiden-dan-wakil-presiden-tertentu" itu aq coret dari list recommended to watch. Sampai kapan? Tau, mungkin sampai pilpres selesai or kalau sampai dua putaran yah sampai itu selesai juga kali.

Anyway, lama-lama aq jadi bosen juga ngeliat semua tetek-bengek pilpres ketika semua mencari muka hingga menggunakan semua cara, hmm yang nggak fair terutama seperti ketika media berpihak, ini jadi menyebalkan!

Read more...

Tuesday, June 23, 2009

Cerita dari Resepsi Ala Round Table

Kemarin aq datang ke sebuah resepsi pernikahan kerabat juaauuhh, bukan atas undangan tapi karena menemani salah satu Nte aq yang kebetulan mendapatkan udangannya. Rasanya siy kurang sreg untuk mengulasnya karena aq bukan seseorang yang diundang ke acara tersebut, but sayang juga kalo nggak di review.

Ok, dari kaca mata seorang Chita; acara kemarin yang digelar disebuah rumah makan terkenal di Surabaya berjalan dengan lancar, meriah dan menarik. Akan tetapi ada sedikit yang aq bikin kurang sreg dengan acara kemarin.

Sesuai waktu yang tertera di undangan, acara dimulai dari jam sebelas siang. Aq sendiri datang lima menit lebih awal, maklum aq tuh suka ngeliat bagian awal dari tiap-tiap prosesi upacara resepsi yang aq datengin. Ketika aq datang acaranya ternyata diadakan dengan model round table, bukan resepsi, wah makin menarik niy pikirku… tapi karena nggak semua orang tahu kalau acara yang diselenggarakan dengan model seperti itu, neither I did, coz tidak tercantum di undangan kalau acara akan diselenggarakan dengan round table, tamu yang hadir dalam acara datangnya bergiliran. Padahal kalau acara resepsi dengan round table maka acara akan dimulai ketika hampir seluruh meja penuh. Well, aq musti nunggu empat puluh lima menit sampai acaranya mulai. Sukurnya ada lasagna yang disajikan di meja, rumayan untuk killing time.

Kemudian tempat acaranya menurut aq kurang pas. Jarak antar kursi yah rumayan sempit, jadi terlihat penuh sesak. Dan posisi pintu masuk yang ada di bagian utara acara, sejajar dengan pelaminan agak mengganggu pemandangan. Yah, aq tau itu emang udah bawaannya gedung seperti itu, tapi ini membuat tamu yang datang agak belakangan harus berusaha menembus meja-meja yang sudah dipenuhi tamu yang lebih dulu datang dan agak sedikit sulit bagi mereka karena jarak masing-masing kursi yang sempit. Ini otomatis mengganggu tamu lain yang sudah duduk, karena harus menggeser kursi beberapa kali.

Setelah menunggu dan sempet bikin aq mati gaya, akhirnya acara dimulai. Prosesi masuk pengantin tidak dilakukan dari pintu masuk tapi melalui tangga dari lantai atas yang menghadap ke pelaminan. Menarik banget niy..

Setelah pengantin duduk di pelaminan, mulai keluarlah makanan pertama. Ada delapan menu yang akan disajikan di acara ini. So far, dari delapan menu aq dengar sebagian besar like it much, dan hanya pas menu ayam saus inggris saja yang kurang pas.
Para tamu juga kebanyakan duduk manis menunggu satu persatu menu disajikan, hanya beberapa saja yang memutuskan meninggalkan ruangan sebelum acara usai. Tapi dibalik menu makanan yang enak tersebut, ternyata ada yang juga sedikit kecewa. Ini karena ada satu waiter yang tidak ramah dan pelayanannya kurang berhati-hati, menuangkan minuman tapi tidak dilihat dan akhirnya tumpah. Nggak banget kan?! Walaupun manajer operasionalnya sibuk berkeliling dan melayani, she was nice, tapi kok anak buahnya kaya begitu? Dan mereka juga kurang perhatian dengan kebersihan meja. Contohnya ada beberapa gelas dan mangkok bekas yang dibiarkan dan tidak diambil, padahal itukan bikin meja penuh dan tamu jadi tidak leluasa untuk makan.

Back to prosesi acara, setelah pengantin duduk dipelaminan, kemudian pasangan pengantin turun untuk melakukan prosesi jawa lain. Dan ditengah-tengah acara mereka berdua melakukan acara potong kue pengantin. Kue pengantinnya bikin ngiler…huwhehehehe..

Setelah semua menu tersaji, akhirnya acara selesai. Ditutup dengan memberikan ucapan selamat kepada mempelai dan orang tua pengantin. Beliau-beliau berdiri didepan pintu untuk menerima ucapan selamat. Nah ada yang kurang pas lagi niy, tamu-tamu yang kayanya pingin buru-buru pulang, pada ngrumbul dan sedikit sikut-sikutan untuk antre menunggu giliran memberi selamat.

Kalau boleh memberi saran, untuk prosesi yang menggunakan model round table sebaiknya dikomunikasikan pada tamu yang hadir jadi acara bisa berjalan tepat waktu. Untuk tempat sebaiknya kapasitas disesuaikan dengan tamu yang hadir dan konsep acara, agar tiap tamu merasa nyaman. Yang tidak kalah penting adalah pelayanan dari waiters. Gimana-gimana tamu adalah raja, karna itu memberikan pelayanan yang baik is a must. Selalu ingatkan catering yang akan qta pakai untuk meminta para waiters mereka memberikan pelayanan yang baik.

Anyway, selamat bagi mempelai berdua dan keluarga. Semoga mempelai berdua menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warokhmah.

Read more...

Friday, June 19, 2009

Kangen..


Huhuhu kangen ma suami niy..


Selama dua minggu suam ikut pelatihan di Cibinong, tanggal 14 Juni kemarin suami berangkat dan menurut jadwal pelatihan ini akan selesai tanggal 27 Juni. Karna nggak mungkin buat aq untuk tinggal sendirian di kos, yang pasti ini akan bikin suamiku panic dan nggak tenang selama menjalani pelatihan. Aq pertamanya punya ide untuk nginep di rumah pakdhe-budhe yang di Bogor atau di Cikokol-Tangerang. Rumayankan kalo Sabtu-Minggu suami bisa pulang bentar. Tapi kok diliat-liat dari jadwalnya Sabtu-Minggu tetep aja dipake buat pelatihan. Well… aq jadi berpikir ulang untuk tinggal sementara di rumah sodara.


Akhirnya, aq memilih untuk balik kampung ke Malang dulu deh, selama dua minggu itu. Rumayan, aq jadi bisa bercengkrama dengan ortu dan kakak dan ade lagi, maklum baru awal bulan kemarin aq balik dari Malang setelah stayed di Malang selama satu bulan.


Even berkumpul dengan keluarga like I usually did before I married itu menyenangkan. Plus nggak harus panas-panas dan sempit-sempitan di dalam kamar kos and bisa ngobrol plus ketemu orang yang aq kenal seharian, tapi tetep kayanya ada yang kurang.


Kurang SUAMIKU!!


Huhuhuhu kangen…


Read more...

Sunday, June 7, 2009

What I Feel about Ibu Prita's Problem

Pasti tau banget dengan berita yang sedang gencar-gencarnya di seluruh media nasional sekarang, bukan tentang Manohara but ini tentang Ibu Prita Mulyasari VS RS Omni Int....

Anyway, setelah membaca email asli dari Ibu Prita kalo aq sendiri pasti marah berat karna dengan mudahnya dokter-dokter dan manajemen rumah sakit tersebut mempermainkan kondisi sakit kita. Aq jadi inget serial House di season 1, ketika rumah sakit tersebut punya komisaris baru, dengan paham baru rumah sakit sebagai lahan bisnis. Well, kayanya mirip-mirip tuh ceritanya.

Aq pribadi mendukung Ibu Prita karna sudah banyak pasien dan mantan pasien rumah sakit di Indonesia yang mengalami hal yang kurang lebih sama dan sayangnya jarang dari mereka yang berani berdiri dan mengadukan hal ini ke proses pengadilan (yah biar pemberi jasa itu juga ngerti apa yang mereka lakukan kadang nggak selalu benar dan kita kan udah bayar, wajar donk kalo kita mendapatkan pelayanan yang baik). Dan aq juga berharap agar proses peradilan berjalan adil, hopefully, walaupun agak sulit, you know why...

Satu hal yang aq rumayan concern adalah masalah ibu Prita ini pas banget dengan kampanye CaPres. Patut disyukuri juga, karna dimasa "bulan madu" ini tiap capres berlomba-lomba memberikan perhatian or sekedar statement pada setiap masalah. Dan ketika banyak tangan yang mengulurkan bantuan tidak ada salahnya menerima kan?
Pertanyaanku adalah siapa yang membantu dan siapa dibantu? Ibu Prita kah or malah para CaPres tersebut? Hahahaha nggak usah dipikir yang penting Ibu Prita tetap maju dan beri pelajaran bagi pemberi jasa berlatar belakang bisnis yang memiliki modal besar bahwa mereka tidak bisa sebegitu saja memberikan jasa dengan seenaknya!

check out this blog untuk bisa membaca isi surat elektroniknya Ibu Prita dan ada juga beberapa cara untuk menunjukkan solidaritas mendukung Ibu Prita yang dikirimkan oleh salah satu pemberi comment, aq kutip disini;

Solidaritas Anti Kriminalisasi Pasien
oleh RS OMNI International Alam Sutera

Kasihan saja tidak cukup. Apakah yang sudah Anda lakukan untuk menggalang anti kriminalisasi pasien oleh RS OMNI International Alam Sutera ? Atau Anda hanya membaca dan menonton kasus itu di Media Cetak dan Televisi ?
Jika Anda peduli, namun tidak tahu caranya mengekspresikan kepedulian Anda, berikut ini adalah langkah praktis untuk menyampaikan aspirasi Anda :
1. Kirim Email kekecewaan dan kutukan Anda, kepada :
• info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com (RS OMNI International Alam Sutera)
• mph@cbn.net.id (Pengacara RS OMNI International Alam Sutera dari Risma Situmorang, Heribertus & Partners).
2. Anda juga bisa menyampaikan kekecewaan dan kutukan Anda secara langsung kepada nomor telpon : 021-53128555 (hunting). Jangan hanya berbicara sama operatornya, tetapi kalau bisa dengan para manajemen RS OMNI International Alam Sutera, yaitu Sukendro (Direktur Utama), Dina (Direktur), atau Anda juga bisa menghubungi semua nama petugas yang disebutkan dalam surat keluhan Prita Mulyasari.
3. Cara lainnya adalah dengan mengirimkan fax dukungan yang sama ke nomor : 021- 53128666.
Marilah kita semua melakukan langkah nyata sebagai rasa solidaritas dan tangggungjawab sosial personal. Agar kasus kriminalisasi terhadap pasien yang dilakukan oleh RS Internasional merupakan yang pertama dan yang terakhir. Lakukan apa yang bisa dilakukan, sekarang juga. Terima kasih atas kepedulian Anda.
Wassalam,

BARATA NAGARIA
Solidaritas Anti Kriminalisasi Pasien Indonesia (SAKPI)
Web, http://anti-kriminal.blogspot.com
Email : barata.nagaria@yahoo.co.id

Read more...

Friday, May 29, 2009

Kami Mirip?


Kami mirip or miripkah kami?
Banyak banget orang yang pertama kali ketemu kami, mengira kalau kami bersaudara.
Beberapa saudara jauh ketika datang ke pernikahan kami juga mengatakan kalau kami mirip.
Malah beberapa sepupu dan Om-Tante bilang kalau kami mirip.
Teman kantor Ay juga bilang begitu.
Mbak yang jaga warnet langganan kami pertama kalinya mikir kalau kami adek-kakak.
Well..
Miripkah kami?

Read more...

Life Begins at Sixties



Tanggal dua puluh tiga kemarin Bapak ultah yang ke enam puluh, well gak kerasa beliau udah setua itu. Acara dari kami anak-anaknya siy cuma potong kue and maem pagi bareng tapi tetap berkesan mendalam bagi kami. Karna mas Adri ada event yang nggak bisa ditinggal jadilah cuma aq dan Wati aja, anak-anak yang hadir.

Ini agak berbeda dari tahun lalu, karna tahun lalu aq ada di Jakarta jadi nggak bisa ngerayain bareng. Udah gitu bulan depan ulang tahunnya Ibu yang ke lima puluh lima aq juga mungkin nggak bisa pulang ke Malang karna udah balik ke Jakarta, so ultah Bapak kali ini digabungin ma ultah Ibu. Di atas kue jadi ditulis met ultah bukan hanya untuk Bapak tapi juga untuk Ibu.

Anyway, karna kuenya nggak sempet diabadikan, keburu di maem, aq pasang fotonya bapak dari yang jaman masih muda sampai sekarang.

Foto ini diambil ketika aq berumur enam setengah tahun, berarti tahun 1991, Bapak kala itu berumur 42 tahun dan Ibu berumur 37 tahun.


Nah kalau yang ini diambil beberapa hari sebelum Bapak merayakan ultahnya. Ini Bapak mau berangkat maen tenis, Bapak biasa maen tenis tiga kali seminggu dengan durasi kurang lebih tiga jam-an, whehehehe manteb kan. So, I can say that for him life begins at sixties!

Read more...

  © Free Blogger Templates Blogger Theme II by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP